Blog Domku

Panduan Investasi ORI untuk Pemula: Aman, Mudah, dan Cuan

T oleh Tim Domku
4 mnt baca
A clean editorial photo of a modern smartphone showing financial growth charts next to coffee on a wooden desk.

Investasi obligasi ritel seperti ORI kini menjadi pilihan favorit bagi banyak orang yang ingin mengembangkan dana mereka dengan aman. Sebagai bagian dari instrumen SBN (Surat Berharga Negara), ORI menawarkan alternatif investasi yang sangat minim risiko karena dijamin langsung oleh undang-undang dan pemerintah Indonesia. Bagi kamu yang baru memulai perjalanan finansial, memahami cara kerja instrumen ini adalah langkah awal yang sangat bijak untuk mengamankan aset dari inflasi sekaligus mendapatkan imbal hasil yang stabil.

Apa Itu ORI dan Hubungannya dengan SBN?

Surat Berharga Negara atau SBN adalah surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah untuk membiayai anggaran negara. SBN ini kemudian dipecah menjadi beberapa jenis instrumen yang bisa dibeli oleh masyarakat luas, salah satunya adalah ORI (Obligasi Negara Ritel). ORI dirancang khusus untuk investor individu (ritel) dengan nilai pembelian yang sangat terjangkau, biasanya mulai dari Rp1 juta saja.

Karakteristik utama dari ORI adalah sifatnya yang tradable atau dapat diperjualbelikan di pasar sekunder sebelum jatuh tempo. Ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi kamu yang tiba-tiba membutuhkan dana darurat sebelum masa investasi berakhir. Berbeda dengan deposito bank, kepemilikan ORI dibuktikan secara digital tanpa warkat, sehingga sangat praktis dan aman dari risiko kehilangan fisik.

Keuntungan Utama Berinvestasi di Obligasi Ritel

Mengapa banyak penasihat keuangan menyarankan pemula untuk melirik obligasi ritel? Berikut adalah beberapa keuntungan utama yang bisa kamu dapatkan:

1. Keamanan Terjamin 100%

Keamanan adalah faktor paling krusial dalam berinvestasi. Dengan membeli ORI atau instrumen SBN lainnya, pembayaran kupon (bunga) dan pengembalian modal pokokmu dijamin penuh oleh Undang-Undang APBN. Risiko gagal bayar hampir tidak ada selama negara Republik Indonesia berdiri tegak.

2. Imbal Hasil Tetap yang Menarik

ORI menawarkan imbal hasil berupa kupon tetap (fixed rate) yang dibayarkan setiap bulan langsung ke rekening bank kamu. Nilai kupon ini umumnya selalu lebih tinggi daripada rata-rata bunga deposito bank BUMN, menjadikannya pilihan pasif income yang sangat menggiurkan.

3. Pajak yang Lebih Rendah

Keuntungan lain yang jarang disadari adalah tarif pajak. Pajak imbal hasil obligasi ritel saat ini hanya sebesar 10%. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan pajak bunga deposito bank yang mencapai 20%. Hal ini membuat keuntungan bersih yang kamu terima menjadi jauh lebih maksimal.

Perbedaan ORI dengan Jenis SBN Ritel Lainnya

Pemerintah Indonesia secara berkala menerbitkan beberapa jenis SBN untuk masyarakat. Agar tidak salah pilih, penting bagi pemula untuk mengetahui perbedaan mendasar antara ORI dengan instrumen lainnya seperti SBR, SR, dan ST.

SBR (Savings Bond Ritel) dan ST (Sukuk Tabungan)

SBR dan ST adalah instrumen non-tradable, artinya kamu tidak bisa menjualnya kembali di pasar sekunder sebelum jatuh tempo. Namun, kedua instrumen ini memiliki fasilitas early redemption (pencairan awal) setelah satu tahun berjalan dengan syarat tertentu. Kuponnya pun bersifat mengambang dengan batas minimal (floating with floor), mengikuti perkembangan suku bunga acuan BI.

SR (Sukuk Ritel) dan ORI

SR dan ORI memiliki kemiripan karena sama-sama bisa diperjualbelikan di pasar sekunder (tradable) dan memiliki kupon tetap. Perbedaan utamanya terletak pada prinsip pengelolaannya. SR dikelola dengan prinsip syariah yang menggunakan akad wakalah, sedangkan ORI dikelola secara konvensional.

Panduan Praktis Membeli ORI untuk Pemula

Membeli obligasi ritel saat ini sudah sangat mudah dan bisa dilakukan sepenuhnya secara online. Kamu tidak perlu lagi datang ke kantor bank atau perusahaan sekuritas. Berikut adalah langkah-langkah praktisnya:

  1. Pilih Mitra Distribusi (Midis) Resmi: Pemerintah menunjuk berbagai bank, perusahaan sekuritas, dan platform teknologi finansial (fintech) sebagai agen penjual resmi. Pilih yang paling mudah kamu akses.
  2. Registrasi Akun SBN: Lakukan pendaftaran di platform Midis pilihanmu. Kamu akan diminta mengisi data diri untuk pembuatan Single Investor Identification (SID) dan rekening surat berharga.
  3. Pemesanan (Ordering): Pada masa penawaran aktif, masuk ke akunmu dan lakukan pemesanan ORI sesuai dengan nominal yang kamu inginkan (kelipatan Rp1 juta).
  4. Pembayaran (Payment): Setelah pesanan diverifikasi, kamu akan mendapatkan kode billing. Segera lakukan pembayaran melalui mobile banking, ATM, atau teller bank sebelum batas waktu habis.
  5. Konfirmasi Kepemilikan: Setelah pembayaran sukses, kamu akan menerima bukti konfirmasi kepemilikan ORI secara digital.

Mengatur Budget untuk Investasi Secara Konsisten

Kunci utama keberhasilan investasi bukanlah seberapa besar nominal yang kamu masukkan dalam satu waktu, melainkan konsistensi. Agar kamu bisa rutin membeli ORI atau SBN setiap kali masa penawaran dibuka, kamu perlu melakukan pengelolaan anggaran bulanan dengan disiplin. Pisahkan dana investasi di awal bulan segera setelah menerima gaji, bukan dari sisa pengeluaran di akhir bulan.

Memulai investasi obligasi ritel seperti ORI adalah langkah cerdas untuk mengamankan masa depan finansialmu dengan risiko yang sangat terukur. Dengan perencanaan anggaran yang disiplin setiap bulannya, kamu bisa terus menambah portofolio SBN secara konsisten tanpa mengorbankan kebutuhan harian. Sekarang adalah waktu terbaik untuk mengambil kendali penuh atas keuanganmu dan mulai membangun aset yang aman.

Siap mulai praktek dari artikel ini?

Catat anggaran investasi ORI kamu secara otomatis dan pantau pertumbuhan portofolio keuanganmu dengan fitur pencatatan praktis di Domku.

Coba Domku Gratis →
Kembali ke daftar artikel
Bagikan:

Artikel Terkait

Sudah baca tips di atas? Langsung praktek di Domku.

Catat keuangan pakai voice, sharing dengan keluarga, dan tracking lengkap dalam satu aplikasi.

Coba Domku Sekarang